Tahun ajaran 2024/2025 akan berakhir hanya dalam beberapa bulan lagi. Dan tahun ini menjadi tahun terakhir bagi siswa-siswi angkatan ke-V SMPIT Abu Bakar Full Day School Yogyakarta. Dengan segudang kegiatan tanpa mengenal kata istirahat terutama bagi kelas IX. Maka, dalam rangka menyambut hari-hari penuh perjuangan menghadapi ujian ASPD (Asesmen Standarisasi Penilaian Daerah) yang dilaksanakan pada Senin-Rabu, tanggal 05 hingga 07 Mei, civitas sekolah mengadakan kegiatan Doa Bersama, dengan tajuk ‘Menyulam Asa, di Ujung Doa’.
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Baitul Karim pada tanggal 02 Mei 2025. Meskipun hujan turun pada saat kegiatan, hal itu tidak menyurutkan semangat para guru, seluruh siswa kelas IX, serta wali murid kelas IX untuk berkumpul menghadiri kegiatan Doa Bersama. Kegiatan ini dipandu oleh MC kondang tingkat nasional kebanggaan sekolah, Ustadz Nizar Azis Prasetio, S.Pd. Setelah pembukaan, acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur`an yang dibawakan oleh perwakilan kelas IX, Ananda Dzaka Faiq Rasendriya Taufiq (Radzi), yang telah diberkahi hafalan sebanyak lebih dari 10 juz. Dengan lantunan nada Al-Karim sebagai ciri khas pembelajaran Al-Qur`an di sekolah, Ananda Radzi membacakan surat Al-Hujurat ayat 1-5.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Progam, Ustadzah Sa’adah Tri Wijiasri, S.Pd. Ustadzah Sa’adah mengingatkan target dan menyampaikan harapan bagi kelas IX agar kelak mendapatkan kemudahan dalam setiap langkah dengan ikhtiar yang selama ini sudah dibangun dan dikuatkan dengan ibadah, terutama yang sudah dibiasakan sekolah. Sambutan ditutup dengan pemberian penghargaan bagi para siswa peraih nilai PP ASPD Provinsi tertinggi, sebagai apresiasi bagi para Ananda peraih nilai tertinggi secara khusus serta motivasi dan penyemangat bagi seluruh siswa secara umum. Para Ananda tersebut adalah Andi Muhammad Yusuf Faizal, Luthfi Aulia Rahman, Muhammad Afnan Rinantanaya, Farah Almaira Rahman, Najma Nurin Sajida dan Adiba Aqila Syifa.
Menuju puncak acara, yaitu kajian dan do’a. Ustadz Abdullah Sunono (Endri Nugraha Laksana), S.Pd.I., M.H., yang saat ini menjabat sebagai ketua IKADI DIY, adalah pemateri kajian pada kegiatan Do’a Bersama tahun ini. Dalam tausiyahnya, Ustadz Nono menekankan bahwa kita semua adalah hamba Allah sehingga sudah sepantasnya untuk selalu mendekat dan ingat kepada-Nya di setiap saat dan di mana saja. Bukan hanya ketika ada maunya saja. Beliau juga mengingatkan untuk memperbanyak dzikrullah. Karena dengan dzikrullah, akan menjadikan hati tenang. Di antaranya, dengan menjaga shalat lima waktu yang diiringi dengan munajat serta doa-doa memohon kebaikan dunia dan akhirat. Selain itu, Ustadz Nono juga mengingatkan agar selalu taat kepada kedua orang tua, agar jangan durhaka kepada mereka, tidak berkata kasar, atau bahkan sampai membentak. Karena ridha Allah berada pada ridha kedua orang tua dan murka Allah juga berada pada murka mereka. Nasihat terakhir dari beliau untuk para siswa adalah agar menghadapi segala kesulitan yang ada. Mengakhiri tausiyah malam itu, Ustadz Nono mengajak seluruh hadirin untuk berdo’a. Bermunajat mengetuk pintu langit, mengharap rahmat dan karunia. Dengan menengadahkan tangan-tangan, kepala-kepala yang tertunduk, mengamini setiap doa.
Selesai prosesi tausiyah serta doa, acara dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan harapan oleh perwakilan siswa, yakni Ananda Pramudya Tirta Ananta dari kelas IX-I serta Syifa Alicia Khairunnisa sebagai perwakilan kelas IX-J. Agenda ini menjadi pengawal dari sesi sungkem yang dilakukan para siswa kepada kedua orang tua masing-masing. Sebelumnya, para siswa juga telah menyiapkan surat untuk kedua orang tuanya yang diberikan ketika registrasi.
Tepat setelah MC menyampaikan acara selanjutnya, semua bergerak. Berdiri lalu berpindah berkumpul bersama keluarga masing-masing. Duduk bersama, membaca surat yang telah disusun penuh cemas dan harap, merangkai kata. Menyampaikan harapan dan doa-doa. Peluk hangat dan cium penuh cinta. Para siswa meminta maaf dan memohon doa restu kepada orang tua masing-masing. Banyak yang tanpa terasa menitikkan air mata. Suasana menjadi haru biru di tengah guyuran rintik hujan.
Acara kemudian diakhiri dengan menonton video kenangan kegiatan-kegiatan siswa sejak kelas VII serta foto bersama sebagai pelengkapnya. Kemudian, acara ditutup. Seluruh siswa dan wali siswa kembali satu per satu, pulang membawa harapan baru. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk mensukseskan acara ini. Kepada seluruh guru dan karyawan. Serta tak lupa, kepada tim media dan streaming kebanggaan sekolah, para siswa kami; Ananda Razan, Fauzan, Isma, Mumtaz, Hafizh. Dengan bimbingan ahli dari kelas IX, Ananda Dhiavepa Nararya Agnaputra. [A. Sabiq]
