Pada tanggal 08 April 2026, SMPIT Abu Bakar Fullday School Yogyakarta mengadakan AMT atau Achievement Motivation Training bagi siswa kelas VII dan VIII. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menanamkan konsep pertemanan yang sehat dan baik antar siswa serta mengasah kekompakan serta kepercayaan diri siswa. Kegiatan ini dirangkai dengan beberapa sesi yang diharapkan membantu para siswa agar pemahaman terkait konsep pertemanan yang sehat dan baik benar-benar terekam dalam otak, masuk ke dalam hati dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan harian.
Kegiatan ini dilaksanakan interaktif dan mengasah keaktifan para siswa. Dimulai dengan al-ma’tsurat pagi yang dipandu oleh Azzam Rafif dan Azzam Pramudito dari VII J. Berlangsungnya acara dipandu oleh MC dari siswa, yakni Fauzan Azami (VII J) dan Abyan Raufa Sechan (VIII J). Yang kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh Azzam R dan Azzam P. Lalu menyanyikan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Fathiyyah Hafidzah (VII K). Setelahnya, adalah sesi ice breaking berkelompok. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, yang dibentuk dari kelompok BPI yang dipecah menjadi 2. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Program, Ustadzah Sa’adah Tri Wijiasri, S.Pd., dan dilanjutkan materi utama serta FGD.
Materi diberikan oleh Mas Isnan Hidayat, M.Psi. Beliau adalah seorang konsultan pendidikan yang berfokus pada tazkiyatun nafs sebagai fondasi utama dalam berbagai hal di lembaga petakehidupan.ID. Mas Isnan membuka materi dengan judul “Kembali Mengeja Kualitas Pertemanan Kita”. Di sini, mas Isnan mengajak para siswa untuk merefleksikan kembali mengapa usia mereka saat ini sangat penting. Para siswa juga diajak untuk melihat poin utama dalam karakter diri, yang nantinya akan sangat penting dalam pertemanan ke depannya. Yaitu poin pikiran, perasaan, spiritual, sosial dan fisik. Setelah menjelaskan dan menerangkan masing-masing poin, mas Isnan mengajarkan tentang urgensi kejerninan jiwa melalui pemahaman tazkiyatun nafs.
Setelah materi, para siswa diarahkan untuk pelaksanaan FGD yang dipandu secara terpusat oleh Mas Isnan dan didampingi oleh ustadz/ah panitia. Kasus yang diberikan berbeda antara laki-laki dan perempuan, hal ini disesuaikan dengan karakter pertemanan yang berbeda antara siswa dengan siswi, sehingga akan memiliki output yang berbeda. Setelahnya, para siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka. Hal ini dilakukan agar materi yang diberikan semakin tertancap dalam alam bawah sadar siswa. Alhamdulillah, para siswa mendiskusikan dengan antusias serta mempresentasikan dengan kesadaran dan tanggung jawab. Semoga hal ini menjadi salah satu pertanda bahwa para siswa dapat membentuk lingkungan pertemanan yang baik dan sehat, serta mengajak sekitar untuk selalu dalam lingkaran yang positif. Aamiin.
