You are currently viewing Lir Ilir Fest 2025: Dari Kajian Ulama, UMKM, hingga Pendidikan Islam Bersatu

Lir Ilir Fest 2025: Dari Kajian Ulama, UMKM, hingga Pendidikan Islam Bersatu

Yogyakarta, 17 Agustus 2025 — Ribuan pengunjung memadati kawasan Jogja Expo Center (JEC) dalam perhelatan Lir Ilir Fest 2025, sebuah festival dakwah dan ukhuwah terbesar yang digelar selama dua hari, tepatnya 16–17 Agustus 2025. Acara ini menghadirkan perpaduan unik antara kajian keislaman, konser religi, pameran UMKM, hingga partisipasi lembaga pendidikan, menjadikannya momentum silaturahmi dan kolaborasi antar umat Muslim dari berbagai daerah.

Lir Ilir Fest tidak hanya menjadi ajang tausiyah. Sejumlah ulama nasional seperti Ustadz Abdul Somad, Ustadz Salim A. Fillah, Habib Muhammad bin Anies, dan Ustadz Luqmanul Hakim hadir menyampaikan nasihat dan motivasi spiritual. Sementara di area pameran, pengunjung dimanjakan oleh puluhan stand makanan halal, fashion muslim, hingga produk-produk lokal dari berbagai pelaku UMKM.

Salah satu daya tarik acara ini adalah kids corner, area bermain dan edukasi anak, yang memungkinkan para orang tua mengikuti kajian dengan tenang. Tak hanya itu, tersedia pula layanan sosial seperti hapus tato gratis, pemeriksaan kesehatan, dan pojok literasi Islami.

Di antara deretan stand yang meramaikan JEC, hadir pula stand dari Konsorsium Yayasan Mulia (KYM) — sebuah lembaga yang menaungi berbagai jenjang pendidikan Islam terkemuka di Yogyakarta, seperti TKIT Mu’adz bin Jabal, SDIT Luqman Al-Hakim (ESLUHA), SMPIT Abu Bakar, dan SMAIT Abu Bakar.

Stand KYM menyuguhkan informasi lengkap seputar program pendidikan, pendaftaran siswa baru (PPDB), serta menampilkan karya-karya siswa dari berbagai unit sekolah. Para pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan para guru dan staf untuk bertanya seputar kurikulum, program tahfidz, dan kegiatan ekstrakurikuler. Suasana stand sangat hidup, terutama saat anak-anak bermain di area aktivitas kecil yang disediakan oleh tim dari ESLUHA.

Kehadiran KYM menjadi wujud nyata kolaborasi dunia pendidikan dalam ruang dakwah yang inklusif dan terbuka. “Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan Islam hari ini bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak generasi muda,” ujar salah satu perwakilan guru di stand.

Lir Ilir Fest 2025 digelar tanpa embel-embel organisasi tertentu—mengusung semangat “Bersatu dalam Ukhuwah”. Lebih dari 600 relawan dari berbagai komunitas bergotong royong mempersiapkan acara ini selama berbulan-bulan. Tiket masuk yang hanya Rp10.000 menjadikan festival ini dapat diakses semua kalangan.

Wali Kota Yogyakarta turut hadir dalam pembukaan acara dan menyampaikan apresiasi terhadap peran Lir Ilir Fest dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memberdayakan UMKM lokal.

Lir Ilir Fest 2025 bukan sekadar festival keagamaan. Ia menjadi ruang perjumpaan lintas komunitas, antara ulama, pelajar, pelaku usaha, orang tua, anak-anak, hingga lembaga pendidikan seperti Konsorsium Yayasan Mulia. Dari panggung kajian hingga booth sekolah, dari stand makanan hingga pojok kreatif, semuanya berpadu dalam suasana hangat dan penuh semangat persatuan.

Acara ini menjadi bukti bahwa dakwah bisa hadir dengan cara yang menyenangkan, modern, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.