Kunci Sukses dalam Hidup

Generasi millenial seringkali terjebak pada hal-hal yang menjadi tren yang cenderung kurang bermanfaat dan membahayakan dirinya sendiri. Contohnya berbagai challenge yang banyak diikuti generasi millenial yang menjadi semacam ukuran “gaul” tidak nya seseorang. Bahkan challenge yang membahayakan diri sendiri, seperti skip challenge yang banyak memakan korban bahkan hingga meninggal. Ini menunjukkan banyak generasi millenial tidak tahu arah kehidupannya. Kondisi ini menjadi warning bagi generasi muda muslim. Karena tidak bisa dipungkiri para generasi muda muslim ini ikut ambil bagian dalam challenge-challenge yang viral di sosial media. Misalkan, akan ada challenge 40 hari tidak sholat. Tentu berbahaya, karena sholat untuk umat Islam adalah bagian dari rukun Islam.

Oleh karenanya, anak muda kedepan akan menghadapi banyak pilihan dan tantangan. Akan sangat berbahaya jika anak muda tidak tahu arah tujuan hidupnya. Generasi muda membutuhkan peta agar terarah hidupnya. Peta ini adalah cita-cita. Hidup bagi anak muda tidak seperti air yang mengalir. Karena jika hanya mengikuti arus tanpa arah yang dituju tentu berbahaya. Arus tak selalu mengarah ke samudera. Bisa jadi air justru mengarah ke kubangan.

Kunci sukses:

1. Peta atau cita-cita

Jebakan paling parah digenerasi anak SMP adalah ketika tidak bisa mengetahui cita-citanya. Karena tidak mengetahui tujuan belajarnya sering kali anak muda di usia SMP sering  tergiring pada kondisi yang cenderung menjerumuskan pada situasi dan lingkungan yang tidak baik untuk perkembangannya. 

2. Tidak terjebak pusaran waktu

  • Jangan terlalu bersedih tentang masa lalu atau mudah bad mood hanya karena melihat kenyataan masa lalu yang tidak diinginkan. Contohnya, ketika persiapan belajar menghadapi ujian, tanpa disengaja melihat nilai ulangan harian sebelumnya yang kebetulan tidak cukup memuaskan. Hingga akhirnya membuat stigma negatif pada dirinya sendiri.
  • Jangan terlalu khawatir pada masa depannya. Tidak berani menghadapi kenyataan yang telah terjadi pada orang lain yang dirasa lebih baik darinya. Contoh, kelas sebelah sudah ulangan tapi ada anak juara olimpiade yang tidak mendapatkan nilai baik bahkan lebih buruk. Sehingga membuat ia malas untuk belajar.

3. Mengetahui dan mengenal diri kita baik kekurangan atau kelebihan kita.

Kita hidup ditakdirkan mampu menghadapi semua masalah hidup kita. Dan Allah tidak pernah salah menciptakan hambanya dan selalu di saat yang tepat. Isnan Hidayat, mengutip kalimat master Oogway dalam cuplikan film Kungfu Panda, “Yesterday is history, tomorrow is mistery and today is give”. Yesterday is History, Seburuk-buruk apapun sebelum hari ini, Allah selalu memberi kesempatan sebaik-baiknya keadaan dihari ini. Tomorrow is mistery, Semua orang tidak ada yang tahu tentang masa depannya. Jadi, berpikirlah positif untuk menghadapi masa depan yang penuh misteri. Today is a give, Hari ini adalah anugerah bagi kita untuk memperbaiki diri kita. Dosa paling besar yang tidak di ampuni Allah adalah yang putus asa terhadap rahmat Allah. Apa akibat dari putus asa ini? Bunuh diri. Bunuh diri adalah penyakit yang tidak ada obatnya. Karena setelah itu ia mati.

4. Kaidah 10.000 jam!

Orang sukses yang mencapai cita-citanya adalah yang telah melalui 10.000 jam atau kurang lebih 7-8 tahun berproses. Cita-cita harus segera diputuskan agar tidak terjebak pada stupid cost atau biaya kebodohan. Disebutstupid cost karena sebagian besar hidupnya hanya trial and error pada sesuatu yang tidak menjadi cita-cita dan minatnya. Hingga akhirnya tidak meraih apa-apa atas usahanya.

5. Kerja keras

Steve Jobs 1955-2011, “If today were the last ago for your life, would you want to do what you are about to do today?” Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupmu, akankah kamu melakukan kerja yang itu itu saja? Tentu saja ungkapan Steve Jobs ini menunjukkan, manusia cenderung akan melakukan hal terbaik andai ia tahu kapan hari kematiannya.

6. Kerjasama

Kenapa beban kita terasa berat? Karena kita tidak bekerjasama atau berjama’ah. Banyak orang berpikir bahwa kesuksesan itu di raih dengan usaha sendiri. Namun, kenyataannya sebagian besar orang sukses tidak lepas dari peran orang lain yang ikut membantunya. Oleh karena itu, Islam menekankan berjama’ah dalam setiap aktifitas keumatan. 

7. Kerja cerdas

Mengenal diri kita adalah bagian dari mempersiapkan kerja cerdas untuk menentukan strategi dalam menghadapi kondisi di masa yang akan datang. Dengan mengenal kelebihan dan kekurangan kita, maka kita bisa mempersiapkan amunisi menghadapi musuh-musuh penghambat kesuksesan dalam belajar.

Dikutip dari Isnan Hidayat, S.Psi dalam acara Achievement Motivation Training (AMT) SMPIT Abu Bakar Fullday School oleh AG.

Leave a Reply