Tiga Bagian Manusia

Manusia dianugerahi tiga hal dalam hidupnya. Tiga hal ini adalah akal, fisik dan ruh. Cara menjaga akal adalah dengan banyak memberi asupan nutrisi ilmu kepada akal. Selain itu, terus menggali potensi dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Keingintahuan merupakan salah satu modal penting dalam hidup. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, maka potensi akan tergali. Ilmu pun akan terus bertambah dan berkembang.

Potensi kedua adalah fisik. Rasulullah lebih menyukai seorang muslim yang sehat dari pada yang sakit. Dengan tubuh yang sehat tentu seorang muslim bisa memaksimalkan potensi fisiknya untuk membantu orang lain dan hal-hal produktif lainnya. Untuk menjaga fisik ini perlu untuk menjaga pola makan dan olahraga. Pemuda yang meremehkan kesehatan fisik, maka akan diremehkan kesehatan ketika tua.

Hal yang ketiga, yang merupakan modal penting manusia adalah ruh. Ada segumpal daging, yang apabila sakit maka sakitlah semuanya, hal itu adalah hati. Makanan hati adalah, ibadah, baca dan menghafal qur’an serta berdzikir. Kekurangan bangsa ini salah satunya adalah sakitnya ruh. Banyak orang pintar dengan fisik yang kuat, ketika menjabat dalam posisi strategis justru melakukan tindakan korupsi. Tindakan ini menjadi bukti sehat akal dan fisik tidaklah cukup jika ruh di dalam hatinya itu sakit.

Menjaga keseimbangan tiga potensi ini harus dimulai dari sejak dini. Sebagai seorang siswa harus mampu untuk mempersiapkan segala kebutuhannya sendiri. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dari siswa dalam menjaga kesehatan akal, fisik dan ruh. Kebutuhan siswa ini tidak hanya perlengkapan sekolah, melainkan kesiapan akal, fisik dan ruh sebelum berangkat sekolah. 

Suatu ketika hiduplah seekor ikan yang hidup di kolam. Yang setiap hari berenang digenangan dan rutin selalu diberi makan. Sampai suatu ketika pemilik kolam meninggal. Ikan yang gemuk di kolam ini akhirnya mati karena tidak ada yang memberi makan.

 Cerita berikutnya, kisah seekor ikan di air sungai yang mengalir. Ikan ini hidup dengan mencari makan sendiri dan bertahan hidup sendiri. Ikan ini tidaklah ikan yang gemuk, tapi ikan yang mampusurvivedalam segala kondisi. Ikan di air sungari yang mengalir adalah citra diri yang diharapkan dimiliki oleh siswa-siswi SMPIT Abu bakar Fullday School, yang dapat survive dalam menjalani proses kehidupan. Yang mampu menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah mengeluh dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman.

Dikutip dari Bustani Nur Hidayati, S.Pd. dalam acara Achievement Motivation Training (AMT) SMPIT Abu Bakar Fullday School oleh AG.

Leave a Reply