Kunci Sukses Pemimpin OSIS

Kunci Sukses Pemimpin OSIS

  • Post author:
  • Post category:Artikel

Apa hubungan telur yang pecah dari dalam disebut anugrah? Apa hubungannya dengan manajemen OSIS? Hubungannya adalah OSIS menjadi induk yang mengerami teman-teman di sekolah agar bisa  mengeksplorasi/melahirkan prestasi dan potensi siswa siswi. Untuk melahirkan seorang leader, kita harus memastikan diri kita sendiri untuk siap menetas. Ketika kita siap menetas, maka kita harus siap juga untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kebiasaan unik Mark Zuckerburg seorang Founder and CEO of Facebook yang juga termasuk orang terkaya di dunia  adalah ia selalu memakai kaos polos dengan warna yang sama setiap harinya. Padahal seharusnya ia sangat mampu untuk membeli pakaian bagus yang berbeda warna. Ketika ditanya alasan mengapa ia selalu memakai baju dengan warna yang sama setiap harinya? Ia menjawab bahwa ia tidak ingin kebingungan dalam memilih baju yang akan ia pakai sehingga ia harus meluangkan waktu banyak yang tidak bermanfaat. Ketika kita memiliki waktu luang, kita harus melakukan suatu hal positif dan bermanfaat yang dapat membuat kita berkembang. You are what you do.

Kunci sukses:

Persistence: Kesetiaan kita untuk mencapai tujuan yang kita buat dari awal.

Late nights: Dalam mencapai tujuan yang dimiliki, kita sampai rela tidur telat untuk mencoba suatu hal  baru yang membuat kita dekat dengan mimpi kita.

Rejections: Harus siap ketika pendapat kita tidak diterima oleh orang lain, jadikan penolakan menjadi pintu kesuksesan pertama kita.

Tidak ada jaminan, ketika memegang sebuah jabatan kita bisa menjadi sosok yang keren dan sukses. Sosok yang keren bisa muncul karena kerja keras dan kemauan untuk belajar  yang ia miliki. Maka ayolah kita berkembang karena kemauan kita sendiri, bukan karena ingin ikut ikutan atau di suruh orang lain. Tidak  mungkin kita akan sukses ketika kita tak bekerja keras, kita harus berkorban dan siap menghadapi kegagalan. Inti utama dari leadership skill yaitu  musuh terbesar kita adalah “enemy is my self”, sosok yang paling sulit kita kita lawan adalah diri kita sendiri. Kita harus berani melakukan sesuatu yang baru, berani melakukan sesuatu yang diluar zona nyaman kita, berani melakukan sesuatu yang tidak kita suka.

Apa yang harus dilakukan ketika kita di OSIS adalah bisa menambah jam terbang kita untuk menjadi sosok yang keren. “pain is part of life, suffering is an opinion”, luka yang kita alami adalah sesuatu yang wajar di hidup kita dan penderitaan itu adalah pilihan kita, apakah kita menjadikan penderitaan itu sebagai suatu hal yang membuat kita belajar atau membuat kita tak ingin hidup maju dan hanya menyalahkan keadaan.

Jangan lupa untuk mengenali siapa yang kita hadapi, apa yang kita hadapi, dan mengenali siapa diri kita. OSIS membuat kita mengelola pikiran, perasaan (cara bangkit dari kegagalan dan memiliki emosi yang stabil), fisik, kebiasaan, dan kehidupan sosial kita.

Kesuksesan sebuah acara diukur dari:

Out put: Acaranya dilaksanakan tepat waktu, berlancar dengan baik, semua tersampaikan, pesertanya banyak sesuai dengan yang kita inginkan

Out come: Bagaimana perasaan peserta setelah ikut acara yang kita selenggarakan (puas atau tidak). Jangan lupa bikin survey tentang acara yang kita selenggarakan (kesan dan pesan).

Impact: Dampak/efek dari acara tersebut untuk organisasi kita. (orang lain jadi tahu tentang organisasi dan sekolah kita).

Ditulis oleh Nasywa Islamy Kasih Kelas 8B – Sekretaris OSIS, dalam acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMPIT Abu Bakar Fullday School.