Persiapan Ramadan 1442H – Final

Persiapan Ramadan 1442H – Final

  • Post author:
  • Post category:Artikel

Senja di ufuk barat mulai tenggelam diperaduannya. Lantunan adzan melengkung membelah cakrawala. Alhamdulillah saya bersyukur sekali. Pada tahun ini, hari ini, detik ini dipertemukan dengan tamu agung yang tidak semua orang berkesempatan bertemu dengannya. Tamu yang hadir satu tahun sekali. Tamu yang dinanti namun tak jarang banyak yang tak menyambutnya, dan menganggap sebagai rutinitas biasa. Rutinitas sahur dan berbuka saja. Yang diselingi ngabuburit di sore hari sampai hangout dengan teman-teman sampai lupa tarawih di malam hari. Ah, itu dulu. Kini saya sudah lebih siap menghadapi perjalanan menjemput pahala demi pahala yang terkandung di dalamnya. Rajab dan sya’ban menjadi saksi, bagaimana saya mempersiapkan perbekalannya. Yuk buat komitmen!

1. Komitmen

Bismillah… Saya, sebutkan namamu, bersyukur dipertemukan Ramadan di tahun ini. Demi Allah saya tidak akan menyianyiakan Ramadhan di tahun ini. Janji saya adalah menjadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu. Saya akan membuat target ibadah dan merealisasikannya, sebagaimana yang sudah saya upayakan di bulan rajab dan sya’ban.

Saya bersungguh-sungguh dengan janji saya. Di Ramadhan ini saya akan kurangi bermain HP guna meningkatkan ibadah saya. Mulai dari bangun sahur, mengaji, shalat lima waktu berjama’ah, melengkapi dengan shalat-shalat Sunnah, bersedekah, dzikir pagi dan petang, meramaikan rumah-Mu dan lain sebagainya.

Ya Allah, mudahkanlah setiap langkah saya untuk menjadi hamba yang selalu dan selalu lebih baik di hadap-Mu. Semua target tak hanya untuk mejadikan saya lebih baik dari Ramadan tahun lalu. Namun, lebih dari itu, untuk menggapai ridlo-Mu. Perkenankanlah ya Allah. Karena jika hanya mengandalkan amalan-amalan saya saja tentu pintu surga masihlah teramat jauh. Tapi dengan ridlo-Mu semuanya akan selalu dekat.

Dengan izin-Mu ya Allah, jadikanlah Ramadan tahun ini menjadi Ramadan terbaik dalam hidup saya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

2. Keutamaan Ramadan

Sebelum membuat target atau rencana capaian ibadah. Kita perlu tahu apa saja keutamaan yang ada di bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk menambah ghiroh kita. Menambah semangat dan motivasi kita untuk menjadikan Ramadan tahun ini terbaik dari tahun-tahun sebelumnya.

Pertama, Bulan diturunkannya al-Qur’an. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Kedua, terdapat malam penuh keberkahan, Lailatul Qadr. Dalam surat al-Qadr Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadr, Dan tahukah kamu apa malam Qadr itu? (yaitu) malam Qadr itu lebih baik dari malam seribu bulan. Pada malam itu, turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5).

Ketiga, Ramadan bulan dimana pintu surge terbuka lebar dan pintu neraka tertutup, sementara setan-setan dibelenggu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Apabila Ramadan tiba, pintu surge dibuka dan pintu neraka ditutup dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari, no. 3277 dan Muslim, no. 1079)

Keempat, Bulan Ramadan merupakan bulan dikabulkannya doa. Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

3. Target Capaian Ibadah

Ingat, misi kita di Ramadan ini adalah membuat Ramadan tahun ini menjadi Ramadan terbaik sepanjang hidup kita. Karena kita tidak tahu, apakah tahun depan akan bertemu Ramadan kembali atau Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir kita. Oleh karena itu, kita mempersiapkan sebaik mungkin dari apa yang kita mampu saat ini.

Sebagai langkah awal ada baiknya kita mencari tahu doa-doa yang sering diucapkan ketika Ramadan. Tidak hanya menghafal namun juga menyelami maknanya. Coba cari doa ketika berbuka puasa, doa Rasulullah pada malam lailatul qadr, doa dijauhkan dari kemalasan, doa kebaikan dunia dan akhirat, doa tentang shalat dan dikabulkannya doa, doa agar diperbaiki urusan agama dan dunia, doa untuk selalu mengingat Allah, doa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan terakhir, amalan dzikir yang diajarkan nabi kepada mukminin Juwairiyah.

Kita perlu belajar untuk mempersiapkan Ramadan. Ilmu menjadi kunci agar kualitas ibadah yang kita lakukan selama Ramadan sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Langkah kedua, buatlah tema besar untuk Ramadan kita tahun ini. Cobalah visualisasikan di dinding kamar kita sebagai cambuk motivasi ketika malas. Misalkan, “Semakin dekat dengan Allah dengan shalat dan Alqur’an” atau “Sibukan diri dengan Al-Qur’an”. Tema harus mencakup apa yang paling penting dalam hidup kita atau kesalahan besar yang  harus kita perbaiki sehingga meningkatkan kualitas diri kita.

Setelah itu tentukan sejumlah target yang berangkali selama ini atau Ramadan tahun lalu belum mampu tercapai. Contoh:

Target Ramadanku adalah:

  1. Sholat tepat waktu
  2. Khatam al-Qur’an 2 kali
  3. Tarawih dan witir terus menerus
  4. Selalu membaca al-Qur’an selepas shalat

Dan seterusnya …

Pastikan kata-kata yang kita pakai tidak mengandung kata-kata negatif. Misal tarawih tidak bolong-bolong. Meskipun maksudnya sama namun mengandung kata negative yang secara psikologis bisa mempengaruhi sikap kita. Sehingga dikhawatirkan yang tertanam adalah bolong-bolong nya. Semakin detil target Ramadan kita semakin baik.

Dan ingatlah untuk selalu mengevaluasi diri terkait capaian Ramadan kita di hari tersebut. Bisa kita lakukan selepas tarawih atau saat qiyamul lail di sepertiga malam, sebelum sahur. Semoga dengan upaya ini meningkatkan kualitas ibadah Ramadan kita dan mendapatkan ridlo Allah untuk meraih Jannah-Nya. Aamiin. (AG)