Kamis-Jum’at, 26-27 April 2026 – para siswi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang sedikit berbeda dibanding dengan hari biasanya. Para siswi berpakaian rapi – ala muslimah nan shalihah. Dengan bergamis rapi dan berjilbab putih, para siswa dengan antusias mengikuti kegiatan spesial di hari tersebut, yakni Pesantren Ramadhan.
Pesantren Ramadhan sendiri merupakan kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan, di mana para siswa akan berbondong-bondong datang ke sekolah dengan membawa segenap peralatan pribadi hingga kasur untuk alas tidur karena kegiatan ini dilaksanakan selama sehari semalam. Tak hanya sekadar menginap dan bertemu dengan teman-teman, saat Pesantren Ramadhan yang kali ini bertempat di sekolah, para siswa juga datang dengan membawa hati yang siap untuk diisi dengan cangkir demi cangkir ilmu dan bekal ruhaniyah dengan berbagai kegiatan yang telah disiapkan.
Mulai dari pagi hari, para siswi memulai kegiatan dengan melaksanakan muqaddaman– sebuah tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di Indonesia dalam satu majelis secara bersama-sama. Tidak hanya itu, para siswa juga berlomba-lomba untuk memperbanyak tilawah mandiri hingga saling sharing progres program tarbiyah ruhaniyah untuk senantiasa membiasakan diri berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan melalui kegiatan We Care We Share. Agar pelaksanaan pesantren ramadhan tetap asik dan bermakna, maka dilaksanakan pula games Class of Champion untuk memperebutkan posisi pertama dengan menjawab pertanyaan terbanyak seputar pengetahuan seputar shalat dan puasa.
Sebagaimana bulan Ramadhan yang identik dengan pula dengan bulan Tarbiyah, para siswa juga dengan antusias mengikuti kajian sore untuk belajar kembali terkait shalat. Para siswi pun antusias dan banyak mengajukan pertanyaan untuk mengecek kembali apakah pelaksanaan ibadah shalatnya sudah sesuai dengan tuntunan syariat. Kajian tersebut dipandu oleh kak Latifah dengan riuh gembira namun materinya, daging semua! Di malam hari, para siswi juga berlatih untuk menjadi imam shalat tarawih dengan membaca satu juz pada juz 30 secara bergantian.
Acara ditutup dengan pembagian hadiah kelompok terbaik yang memenangkan games dan siswa dengan tilawah terbanyak. Sebelum pulang, para siswi juga saling bekerja sama melaksanakan cleaning time sebagai bentuk kepedulian seorang muslimah terhadap kebersihan.
Dari kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut, meski sederhana, namun besar harapannya agar para siswi bisa memetik pelajaran dan meneruskan pembiasaan tarbiyah dan ibadah yang dilatih saat pesantren ramadhan untuk dilaksanakan saat kembali ke rumah. Sekian, dan sampai bertemu di Pesantren Ramadhan yang akan datang~
