Sokoguru Peradaban

Sokoguru Peradaban

Sokoguru memiliki makna ‘yang utama’. Peradaban adalah adab atau akhlak yang banyak muncul dalam suatu masyarakat. Guru adalah sokoguru peradaban. Apa maknanya?

Guru adalah yang utama dari terciptanya suatu peradaban. Visi utamanya adalah sebagai nahkoda dalam menentukan arah peradaban. Seorang guru harus bisa mempersiapkan peradaban yang lebih baik di masa depan. Suatu peradaban yang tanpa adanya persiapan atau gagal dalam mempersiapkan peradaban. Apabila guru gagal dalam membuat persiapan maka sama artinya ia sedang mempersiapkan kegagalan. Selain sebagai kunci peradaban, guru hendaknya juga bisa menjadi komunitas ilmiah yang indah, islami, dan membahagiakan.

Guru adalah orang tua siswa di sekolah. Oleh karena itu guru harus mampu memposisikan diri sebagai orang tua yang siap saat anaknya membutuhkan bantuan, terutama bantuan dalam belajar. Dengan ketulusan dan keikhlasan, ilmu yang diberikan kepada siswanya akan memancarkan kebahagiaan yang indah. Tujuan inilah yang harus ditanamkan di dalam hati dengan penuh rasa ikhlas oleh seorang guru.

Maka langkah yang harus dilakukan untuk menempuh tujuan itu adalah dengan mengambil peran dalam mencerahkan masa depan umat. Selain itu juga menyelenggarakan pendidikan yang mampu melahirkan generasi du’at (pendakwah) yang sehat, hangat dan peduli, cakap secara emosional, sosial, dan intelektual serta kuat moralitas islamnya. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi)

Betapa mulianya seorang guru. Pahalanya dalam mendidik terus mengalir dan tidak akan terputus. Guru diharapkan juga memiliki sifat Abdullah, yang senantiasa terus memantaskan diri untuk dekat dengan Allah Swt.. Guru harus terus belajar bagaimana cara menanamkan amar ma’ruf nahi munkar kepada anak dengan cara yang dapat dengan mudah diterima oleh anak. Kelemahlembutan harus dihadirkan dalam setiap adanya proses interaksi mendidik anak.

Guru bukan sedang menyiapkan seorang peselancar. Ketika peselancar itu berhasil menaiki selancarnya, menyusuri aliran ombak yang siap menggulung, memperagakan keindahannya dalam berselancar, maka keindahan itu hanya indah dilihat mata tanpa ada manfaat untuk orang lain. Akan tetapi, guru sejatinya sedang menyiapkan seorang pelaut, yang bisa memindahkan suatu umat dari tempat yang satu ke tempat yang lain, dari tempat yang kurang baik ke tempat yang lebih baik, dari keadaan akhlak yang buruk ke keadaan akhlak yang mulia. Maka guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai ketaatan kepada Allah Swt. dan terus bersabar dalam menjalankan setiap prosesnya.

Belajar dari peristiwa wabah Covid-19, kurang dari satu tahun virus yang sangat kecil itu sudah berhasil membawa perubahan dunia. Covid-19 adalah virus nyata yang keberadaan dan kehadirannya menjadi musuh manusia tanpa pandang bulu. Namun demikian, ada hal positif yang bisa kita jadikan sebagai hikmah yaitu datangnya covid-19 dapat membangun komitmen bersama yang benar-benar dijalankan dalam aksi nyata. Sadar tidak sadar, covid-19 telah mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan sekecil apapun apabila dihimpun kompak saling bersinergi menjadi satu maka akan dapat membawa perubahan yang sangat luar biasa besar.

Solidaritas tim terbangun karena adanya musuh bersama. Dan musuh bersama generasi bangsa adalah degenerasi akhlak. Sekolah Islam Terpadu yang lahir pada tahun 90-an menjadi pusat perubahan menuju Peradaban Islam. Belajar dari wabah virus corona, Pendidikan Islam Terpadu berusaha menebarkan virus kebaikan yang akan berusaha memperbaiki akhlak generasi masa depan bangsa, yaitu DAS’90. Apa itu DAS’90?

DAS’90 adalah Diaspora Dakwah Syamilah yang lahir pada tahun 1990-an. Dakwah yang mengubah paradigma pendidikan dari layanan menjadi pemberdayaan dan dari pelayan menjadi rekan. Harapannya setiap yang terpapar dengan SIT akan terinfeksi dan membuat cluster baru Peradaban Islam. Guru, anak, dan orang tua saling bersinergi membangun peradaban islam yang dimulai dari dalam individu. Efek yang diharapkan muncul setelah terpapar virus DAS’90 diantaranya hati menjadi lurus dan bersih, memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan visi misi islam (yakin kepada Allah Swt.), mampu mengomunikasikan ide dan pikiran dengan baik kepada orang lain, mempunyai impian besar di dunia dan akhirat, manfaat untuk umat, dan sebagainya.

Motivasi yang disampaikan oleh Dr. Ery Masruri dalam Rapat Kerja SMPIT Abu Bakar Fullday School Yogyakarta oleh NM.