Menjadi Remaja Produktif dan Kreatif di Masa Pandemi

Di usia yang sudah remaja ini seharusnya kita sudah mengetahui apa potensi dan cita-cita yang ingin kita capai.  Tetapi memang musuh utamanya adalah rasa malas. Malas merupakan masalah yang membuat kita susah dalam mencapai cita-cita, namun di dunia ini tidak ada manusia yang tidak pernah merasakan rasa malas dalam  diri. Maka dari itu, kita perlu mengontrol waktu antara belajar dan bermalasan-malasan. Apalagi di masa pandemi ini, karena kita di rumah terus, rasa malas akan lebih cepat datangnya.

Kesadaran diri dalam belajar juga harus tumbuh dalam diri. Jika tidak ada semangat dan kesadaran apakah kita bisa mencapai kesuksesan? Tentu saja tidak. Karena kesuksesan tidak datang secara instan. Gengsi juga hanya akan merugikan kita.

Jika kita sudah mengetahui apa potensi kita, selanjutnya kita perlu untuk memulainya. Contoh jika potensi kita dibidang desain grafis, kita bisa mulai membuat ide-ide desain dan mempelajari lebih banyak tentang bidang tersebut. Begitu pula dengan bidang-bidang lain.

Selanjutnya adalah membuat to do list atau tujuan. Ini juga penting agar kita mengetahui kegiatan apa yang kita harus lakukan. Kita harus mulai mandiri dalam melakukan suatu kegiatan, tidak melulu harus diingatkan orang tua. Karena pada dasarnya nanti kita akan memiliki kehidupan sendiri yang tidak bergantung pada orang tua.

Membagi waktu antara kegiatan akademik dan non akademik juga harus diperhatikan. Ada orang yang unggul di bidang akademik ada juga yang lebih unggul di bidang non akademik. Sebenarnya tidak masalah kita lebih unggul di mana, karena itulah potensi kita. Jika kita lebih unggul di non akademik, maka tunjukkanlah, misalnya kita unggul di bidang seni atau organisasi maka tunjukkanlah karya dan tanggung jawab kita. Begitu pula jika kita unggul di bidang akademik, butiknya diwujudkan dengan nilai yang bagus dan sebagainya.

Kegagalan bisa jadi terjadi dalam usaha kita mencapai kesuksesan. Tidak ada orang yang sukses di dunia ini tanpa kegagalan. Oleh karena itu, kita jangan takut gagal dalam mencapainya karena kegagalan itu ialah kesuksesan yang tertunda. Dan usaha itu pasti tidak mengkhianati hasil.

Tentunya itu semua bisa dilakukan tidak lepas dari doa dan ikhtiar kita kepada Allah SWT. Maka dari itu, kita juga perlu memperbaiki ibadah kita supaya dekat dengan Allah SWT.

Ditulis oleh Narisa Rahmadini, dalam acara Achievement Motivation Training (AMT) SMPIT Abu Bakar Fullday School.

Leave a Reply